LABUAN BAJO, MABARPOS.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Boleng terus memperkuat upaya pembinaan keluarga melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin. Kegiatan tersebut digelar di Aula KUA Boleng pada Senin (22/6/2026) dan diikuti oleh pasangan calon pengantin, Herdianto dan Nana Mardiana.

Program Bimwin ini menjadi bagian dari langkah preventif KUA Boleng dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menekan potensi perceraian usia dini melalui edukasi perkawinan yang humanis, kontekstual, dan relevan dengan tantangan kehidupan rumah tangga saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Boleng, Hasanudin, S.Ag., memimpin langsung jalannya bimbingan. Dalam penyampaiannya, ia menggunakan pendekatan dialogis dengan mengibaratkan pernikahan sebagai sebuah bangunan yang harus dibangun dengan fondasi dan struktur yang kokoh.

“Cinta adalah pondasi utama dalam rumah tangga. Sementara komunikasi yang baik, tanggung jawab, dan komitmen merupakan tiang penyangga yang menjaga keutuhan keluarga. Di sisi lain, kesabaran dan keikhlasan menjadi pelindung ketika pasangan menghadapi berbagai dinamika kehidupan,” ujarnya.

Hasanudin menegaskan bahwa kesiapan mental dan kematangan psikologis calon pengantin merupakan faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Menurutnya, pasangan yang memahami hak dan kewajiban masing-masing akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berumah tangga.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Boleng kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pencatat pernikahan, tetapi juga sebagai pusat layanan pembinaan dan penguatan keluarga di tengah masyarakat.

Pelaksanaan Bimwin ini sejalan dengan semangat Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2025 serta Asta Protas Kementerian Agama yang menitikberatkan pada pelayanan keagamaan yang berdampak, penguatan ketahanan keluarga, dan pembentukan generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter.

Dengan pembekalan yang diberikan sebelum memasuki jenjang pernikahan, diharapkan para calon pengantin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan berkeluarga sehingga mampu membangun rumah tangga yang harmonis, berkualitas, dan berkelanjutan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *